Pages

Subscribe:

Minggu, 08 Januari 2012

PhotoGraphy

Menggabungkan PhotoGraphy Ke Dalam Sajian Multimedia

Pengertian PhotoGraphy
v  Fotografi (Photography): Bahasa Yunani.
Ø  Photos: Cahaya
Ø  Graphien: Menggambar
v  Fotografi: menggambar objek dengan menggunakan cahaya .


Jenis-Jenis Kamera
1. Kamera Pocket
            -Kamera Point and Shoot.
            -Dimensi Kecil dan Praktis.
            -Fasilitas: Zoom, LCD putar, Video, dst.
2. Kamera SLR
            -Single Lens Reflex: mencegah efek paralax.
            -Parameter setting:
                        -Shutter Speed
                        -Aperture
                        -Focus
            -Memiliki banyak fasilitas pendukung: Berbagai jenis lensa, filter, dll.
3. Range Finder
            -Kamera Point and Shoot, lensa tetap.
            -Setting: Shutter Speed, Aperture dan  Fokus.
            -Dapat menggunakan filter.
4. Medium Format
          -Mirip SLR namun film lebih besar (120 mm)
            -Biasa digunakan untuk pemotretan still life (benda tidak bergerak), untuk  keperluan bisnis iklan
               dan majalah yang membutuhkan gambar yang besar. 
5. Kamera Large Format
            -Disebut view camera. Film 4x5 inch atau 8x10 inch.
            -Digunakan untuk media cetak dengan ukuran sangat besar dengan kualitas sangat bagus.
            -Umumnya digunakan untuk keperluan khusus, seperti: foto udara dan foto arsitektur
              dengan jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi.
6. Kamera Instan
            -Unggul dalam kecepatan menghasilkan          gambar.
            -Tidak perlu proses cuci cetak film.
            -Tidak memiliki klise sehingga tidak bias dicetak ulang.

*      Dan akan lebih banyak lagi jenis-jenis Camera yang muncul seiring perkembangan zaman
Description: Untitled-2.jpg


Menggunakan Kamera
Peralatan yang digunakan:
v  Kamera Nikon D80.
v  Lensa Zoom.
v  Baterai Kamera.
v  Secure Digital (SD) Card.

Prosedur Praktikum:
v  Memasang Lensa zoom.
v  Memasang Baterai.
v  Memasang SD Card.
v  Dasar Operasi Kamera.

ILMU PHOTOGRAPHY
J  Mengatur intensitas cahaya dengan merubah :
            1.         kombinasi ISO / ASA (ISO Speed)
            2.         Diafragma (Aperture)
            3.         Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO,
Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai
Eksposur (Exposure)

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO

Sejarah Penemuan Fotografi
v  Pada abad ke-5 seorang pria bernama Mo Ti
v  Pada abad ke-10, Ibn Al Haitam
v  Pada abd ke-15, Leonardo da Vinci
v  (1727) Heinrich Schulze meneliti mengenai cahaya
v  (1802) Thomas Wedgwood menemukan juga hal serupa
v  1826 Joseph Nicephore Niepce menemukan warna hitam permanen
v  Louis Daguerre, melanjutkan percobaan Joseph Nicephore
v  Perjuangan Louis Daguerre menghasilkan sebuah foto pertama dalam sejarah manusia.

PERBEDAAN DAN PRINSIP
v  Perbedaan antara kamera analog dan digital hanya berbeda pada media perekam dan beberapa instrumen lainnya
v  Prinsip pemotretan pada dasarnya adalah pencahayaan, pemahaman tentang kepekaan akan cahaya, dan komposisi cahaya

Sejarah Penemuan Fotografi
            Pada abad ke-15, Leonardo memanfaatkan fenomena alam yaitu :
            CAMERA OBSCURA
Camera  = kamar
Obscura = gelap
            berupa sebuah kamar gelap dengan satu dindingnya ada sebuah lubang



Perkembangan Camera
            Perkembangannya camera di berbagai bidang yaitu :
v  Sinematografi
v  Pendidikan
v  Kedokteran
v  dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan

Jenis-jenis Camera
v  Sebagian jenis camera yaitu :
v  Pocket/compact
v  Rangefinder
v  Viewfinder

Prinsip
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Jenis-Jenis Film
Sedangkan berdasarkan jenisnya,film dibagi menjadi lima macam, yaitu:
*Film negatif hitam-putih
*Film negatif warna
*Film positif warna (reversal / color slide)
*Film x-ray
*Film instan
Macam-Macam Kepekaan Terhadap Cahaya
Berdasarkan tingkat kepekaannya terhadap cahaya, film terbagi dalam empat macam, yaitu:
*Film dengan tingkat kepekaan lamban
*Film dengan tingkat kepekaan sedang
*Film dengan tingkat kepekaan tinggi
*Film dengan tingkat kepekaan sangat tinggi
Jenis-Jenis Kamera
  1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
  2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
  3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
  4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
  5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium….. Kamera manual dan kamera otomatis.
  6. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa      tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
7.     Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
8.     DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum
9. Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.

Tips-Tips dasar dalam Fotografi
1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)
            Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah "tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon".
2. Gunakan tripod dan cable release
            Akibat dari semakin lebarnya DOF yang berakibat semakin lamanya exposure, dibutuhkan tripod untuk long exposure untuk menjamin agar foto yang dihasilkan tajam. Cable release juga akan sangat membantu. Jika kamera memiliki fasilitas untuk mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan untuk menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.
3. Carilah Focal point atau titik focus
            Titik focus disini bukanlah titik dimana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana mata akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat melihat,titik focus atau lebih sering secara salah kaprah disebut POI (Point of Interest).
4. Carilah Foreground (FG)
            Foreground bisa menjadi focal point bahkan menjadi POI (Point of Interest) dalam foto landscape anda.
Oleh sebab itu carilah sebuah FG yang kuat. Kadang sebuah FG yang baik menentukan "sukses" tidaknya sebuah foto landscape, terlepas dari bagaimanapun dasyatnya langit saat itu.
Sebuah object atau pattern di FG bisa membuat "sense of scale" dari foto landscape kita.
5.  Carilah Garis/ Lines/ Pattern
            Sebuah garis atau pattern bisa membuat /menjadi focal yang akan menggiring mata untuk lebih jauh mengexplore foto landscape anda. Kadang leading lines atau pattern tersebut bahkan bisa menjadi POI dari foto tersebut.

            Garis atau pattern bisa berupa apa saja, deretan pohon, bayangan, garis jalan,tangga, tepi danau/laut,dst.
7. Capture moment & movement
            Foto landscape tidak harus mengambarkan sebuah pemandangan luas, tapi sebuah isolasi detail, baik object yang statis maupun yg secara dinamis bergerak, bisa menjadi sebuah subject dari sebuah foto landscape.
8. Bekerja sama dengan alam atau cuaca
            Sebuah scene dapat dengan cepat sekali berubah. Oleh sebab itu menentukan kapan saat terbaik untuk memotret adalah sangat penting.          Selain kesabaran dalam "menunggu" moment, kesiapan dalam setting peralatan dan kejelian dalam mencari object dan Focal Point seperti awan, ROL (ray of light), pelangi, kabut, dll.
9. Golden Hours & Blue hours
            Golden hours adalah saat, biasanya 1-2 jam sebelum matahari terbenam (sunset) hingga 30 menit sebelum matahari terbenam, dan 1-3 jam sejak matahari terbit, dimana "golden light" atau sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object.
Selain itu, saat golden hours juga akan membuat bayangan pada object, baik itu pohon, atau orang menjadi panjang dan bisa menjadi leading lines.

Memahami Photografi

Cahaya dalam Photografi
v  Cahaya dalam fotografi contohnya
v  sinar-X
v  lampu sorot
v  juga lampu kilat (blits)
v  Lampu strobo
v  Sinar Inframerah

Fungsi Kamera
v  CAMERA merupakan alat yang berfungsi untuk
v  Menangkap
v  mengabadikan gambar/image.
v  Dan akan lebih banyak lagi jenis-jenis Camera yang muncul seiring perkembangan zaman

Description: Untitled-2.jpg
Bagian-bagian Kamera secara garis besar
Description: kamera.jpg


PENCAHAYAAN
v  Pencahayaan (exposure) termasuk seni atau teknik untuk mencari keseimbangan jumlah cahaya (volume) yang melalui sebuah lensa dan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan gambar
v  Alat bantu ukur intensitas cahaya adalah lightmeter
v  Adapun untuk mencari keseimbangan cahaya ada kombinasi yang berbeda antara kondisi, diafragma dan  rana pada kamera




Kondisi
Diafragma
Kecepatan Rana
Langit cerah tak berawan
f/16
1/ASA (ISO)
Berawan
f/11
Langit putih (overcast)
f/8
Objek di bawah bayangan
f/5,6

NB : Kecepatan rana (diset di kamera)    sesuai dengan ASA/ISO film yan dipakai

Teknik Memotret
1.Flash Otomatis
2.Efek “mata merah”
3.Area Putih
4.Foto Ukuran Kecil
5.Reaksi Lambat
6.Latar Belakang
7.Foto Berdimensi
8.Jari di Lensa
9.Ekspresi Wajah
10.Jarak Terlalu Jauh
11.Warna Kalem
12.Sensor Kotor

1.Flash Otomatis
            Maksudnya disini adalah lampu flash kamera,dimana lampu flash kamera dirancang untuk pemotretan diruang yang kurang cahaya,sehingga dengan flash kualitas gambar akan menjadi

2.Efek “mata merah”
v  Mata merah disini bukan gambar yang didalam foto kita kurang tidur tetapi karena sambaran lampu kilat yang sejajar dengan arah

3.Area Putih
            Kamera mengubah terang warna salju atau benda putih lainnya menjadi kelabu, Sehingga kamera akan menangkap gambar menjadi terang dan akan membuat seragam berwarna putih menjadi sangat terang.

4.Foto Ukuran Kecil
            Ada dua cara untuk membuat file menjadi kecil, Jangan kurangi dimensi(panjag&lebar) gambar karena akan menurunkan jumlah pixel.Dimensi gambar yang kecil juga kurang baik untuk dicetak dalam ukuran besar,jadi gunakan ukuran foto maksimal,kurangin saja kualitas.

5.Reaksi Lambat
            Olahraga,binatang,anak kecil merupakan objek foto yang rada susah diabadikan, dengan  tempatkan diri anda pada posisi yang tepat kemudian bidik sasaran,lantas tekan setengah tombol untuk mengunci fokus,sekarang tunggu momen yang tepat dan tekan penuh tombol seraya mengikuti perkembangan objek.

6.Latar Belakang
Ketika memotret wajah perhatikan latar belakangnya,hindari latar belakang yang berwarna-warni atau gambar yang semerawut,yang menyebabkan foto wajah kurang menonjol,bisa jadi justru latar belakang yang menjadi menonjol,jadi berusahalah untuk menghindarinya

7.Foto Berdimensi
                        Potret diri(portrait),yang difoto dengan cara biasa,umumnya kurang menampakan dimensi yang kuat dan terasa datar-datar saja,ketika anda mendekati hidung sang model,gambar hidung malah menjadi besar dari proporsi wajah yang seharusnya.Mundurlah dan aktifkan zoom dan bidiklah wajah hingga memenuhi frame.

8.Jari di Lensa
                        Jangan lupa sebelum memotret dibuka dulu tu penutup lensa,jika tidak jangan harap bisa memotret,tetapi meskipun jari anda tertutup lensa,tapi masih bisa memotret..ini terjadi pada kamera saku yang berukuran kecil ,anda bertangan besar bakal susah memegangnya,peganglah kamera dengan dua tangan tangan kiri mencengkram tustel dari atas dan bawah,bukan depan dan belakang.

9.Ekspresi Wajah
                        Agar foto wajah disiang hari tak mengandung bayangan gelap, hadapkan muka model kearah datangnya cahaya,masalahnya sinar matahari cenderung membuat silau model,bisa jadi mata model menjadi menyempit solusinya pergilah ketempat yang agak teduh dan arahkan pandangan model ketempat itu,warna foto bakal lebih bagus dari sebelumnya.

10.Jarak Terlalu Jauh
                        Inilah yang sering dialami fotografer amatir, objek terlalu kecil kamera dibidik terlalu jauh,padahal mata manusia pilih kasih.objek mata kurang menonjol akan tampak biasa saja,karenanya pakailah perbesaran optikal pada lensa bidiklah hanya pada objek yang paling menarik.

11.Warna Kalem
                        White Balance menormalkan warna itu,sayangnya kemampuan white balance terbatas.Ganti setelan white balance menjadi Cloudy agar gambar tampak menjadi lebih inda.Ketika memotret diarea bayangan,menyetel white balance menjadi shade membuat langit menjadi biru.



12.Sensor Kotor
            Kotoran tadi bisa dibersihkan dengan cara :
            1.Lewat program gambar digital,misalnya adobe photoshop
            2.Gantilah lensa jika memang diperlukan
            3.Membawa ketempat servis kamera agar hasil pembersihannya maksimal

Yang Hrus Dihindari
                   Hindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Artinya, subyek foto lah yang menghadap sumber cahaya agar gambar yang di hasilkan terang. Jika sebaliknya, subyek akan terlihat gelap, sementara bidang lain di luar subyek akan terang benderang. Hasil ini bisa dianalogikan dengan suasana gerhana matahari. Memang, teknik fotografi menentang cahaya, atau sering disebut siluet, kerap dipilih para fotografer.

Hindari zoom digital
Banyak bagunan-bagunan yang menarik untuk difoto. Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Gunakan saja zoom optikal.
Penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan gambar pecah, atau terlihat jelas kotak-kotak pikselnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar